Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Minggu, 14 November 2010

Permukaan Tanah Jakarta Turun 12 cm Setiap Tahunnya

Setiap tahunnya permukaan tanah di kota Jakarta turun sedalam 12 cm. Pernyataan tersebut dikemukakan berdasarkan hasil penelitian dari para tim ahli terkait dari Institut Teknologi Bandung menyusul ambruknya salah satu jalan protokol di kota Jakarta baru-baru ini. Sementara itu,permukaan air laut naik 0,5 cm setiap tahunnya.
Hal tersebut disebabkan oleh karena pemanfaatan air tanah yang sudah sangat memprihatinkan di tanah Jakarta. Turut andil pula pembangunan perumahan-perumahan di sekitar pesisir pantai Jakarta yang memanfaatkan air tanah sebagai sumber kehidupan rumah tangganya. Sehingga beban bangunan di tanah Jakarta semakin bertambah berat. Bila hal ini tidak ditangani dengan baik bisa mengakibatkan wilayah di Jakarta Utara terendam pada tahun 2050.
Seperti yang dikatakan Staf Pengajar Geofisik ITB Dr. Safwan Hadi di Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2010) bahwa para pengembang yang menjanjikan masa depan di wilayah tersebut,jelas tidak akan terwujud jika ternyata pada tahun 2050 pesisir pantai Jakarta Utara akan terendam air laut. Apalagi sebelum ada apa-apa saja menurut data pemda DKI Jakarta, wilayah Jakarta Utara itu 40 persennya berada di bawah permukaan laut.
Sepertinya langkah SBY merencanakan  pemindahan ibukota negara kita ke daerah lain patut dipertimbangkan. Mengingat kondisi ibukota Jakarta kita tersayang yang semakin memprihatinkan bukan hanya dari segi wilayahnya, faktor kesenjangan ekonomi,keamanan dan masalah  sosial pun turut memperburuk citra Jakarta sebagai ibukota Negara Republik Indonesia.
Mari kita selamatkan Jakarta!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar