Setiap
tahunnya permukaan tanah di kota Jakarta turun sedalam 12 cm.
Pernyataan tersebut dikemukakan berdasarkan hasil penelitian dari para
tim ahli terkait dari Institut Teknologi Bandung menyusul ambruknya
salah satu jalan protokol di kota Jakarta baru-baru ini. Sementara
itu,permukaan air laut naik 0,5 cm setiap tahunnya.
Hal tersebut disebabkan oleh karena pemanfaatan air tanah yang sudah
sangat memprihatinkan di tanah Jakarta. Turut andil pula pembangunan
perumahan-perumahan di sekitar pesisir pantai Jakarta yang memanfaatkan
air tanah sebagai sumber kehidupan rumah tangganya. Sehingga beban
bangunan di tanah Jakarta semakin bertambah berat. Bila hal ini tidak
ditangani dengan baik bisa mengakibatkan wilayah di Jakarta Utara
terendam pada tahun 2050.
Seperti yang dikatakan Staf Pengajar Geofisik ITB Dr. Safwan Hadi di
Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jl Medan Merdeka
Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2010) bahwa para pengembang yang
menjanjikan masa depan di wilayah tersebut,jelas tidak akan terwujud
jika ternyata pada tahun 2050 pesisir pantai Jakarta Utara akan terendam
air laut. Apalagi sebelum ada apa-apa saja menurut data pemda DKI
Jakarta, wilayah Jakarta Utara itu 40 persennya berada di bawah
permukaan laut.
Sepertinya langkah SBY merencanakan pemindahan ibukota negara kita
ke daerah lain patut dipertimbangkan. Mengingat kondisi ibukota Jakarta
kita tersayang yang semakin memprihatinkan bukan hanya dari segi
wilayahnya, faktor kesenjangan ekonomi,keamanan dan masalah sosial pun
turut memperburuk citra Jakarta sebagai ibukota Negara Republik
Indonesia.
Mari kita selamatkan Jakarta!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar