Pengasaman
samudera, kini menjadi ancaman bencana berpotensi tinggi bagi kehidupan
di bumi. Hal ini akibat meningkatnya kadar karbondioksida di samudera
luas. Laporan terbaru dari Dewan Riset Nasional PBB pekan lalu
mengungkapklan bahwa kadar kimia laut saat ini berubah lebih cepat
dibandinkan dengan ratusan ribu tahun yang lalu.
Dampak nyata terlihat saat ini dengan adanya peningkatan keasaman di
samudra luas. Hal ini diduga kelak akan menjadi ancaman serius terhadap
kehidupan kerang dan biota laut lainnya. Pengaruh keasaman pada corrodes
karang, ternyata meningkatkan kemusnahan ribuan spesies yang membangun
koloni kerang di sekitar mereka.
Beberapa bukti kuat dapa tdilihat, efek potensial dari penasaman laut
pada ekosistem terlihat dari percobaan pada organisme laut. Dengan
meneliti kalsium karbinat dan kerangka kerang hasil penelitian
menunjukan terjadi penurunan pertumbuhan shell dan pertumbuhan tulang
dalam berbagai organisme laut nyaris terhenti. Termasuk pembangunan
terumbu karang, elemen komersial penting seperti moluska kerang dan
remis, serta beberapa jenis plankton di dasar jaring makanan laut tidak
selincah dulu lagi.
Kemampuan berbagai organisme laut untuk menyesuaikan diri kepada
suatu iklim atau beradaptasi dengan pengasaman laut masih harus diteliti
lebih jauh. Namun, dari kumpulan data yang ada menunjukan bahwa
keasaman laut menyebabkan pergeseran komposisi dan banyak fungsi
ekosistem laut. Perubahan ekosistem secara nyata dpat mengancam terumbu
karang, perikanan, spesies yang dilindungi dan sumber daya alam lainnya.
Meskipun perubahan kimia laut yang disebabkan oleh peningkatan CO 2
atmosfer dapat diamati, untuk menilai dampak sosial ekonomi pengasaman
laut perlu diteliti lebih jauh, khusunya oleh negara-negara pantai.
Untuk menghadapi ancamanserius bagi kehidupan dunia ini, dalam waktu
dekat PBB akan mengadakan pertemuan luas dengan seluruh negara yang
memiliki garis pantai. Karena tanpa disadari semua yang terjadi sekarang
adalahj masih efek dari pemansan global yang dampaknya merembaet ke
mana-mana. ‘Bila kita lalai dan terlambat mengatasinya, bencana
ekosistem dan efek global akan datang bersama sama untutk mengakhiri
seluruh kehidupan’, kata David Aecher, profesor dari Universitas
Chicago.
Tidak ada artikel terkait.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar