Subscribe

Senin, 22 April 2013

IQ Bukan Faktor Utama Kuasai Matematika



HeadlineLos Angeles - Ternyata IQ bukanlah faktor utama seorang anak untuk bisa menguasai Matematika. Jadi apa?
IQ bukanlah faktor utama seorang anak bisa menguasai Matematika. Motivasi untuk bekerja keras dan teknik pembelajaran yang berperan penting dalam penguasaan soal Matematika. Demikian dikatakan oleh psikolog dari University of California Los Angeles (UCLA), Kou Murayama.
Dilansir EducationNews, Murayama menyimpulkan hal itu setelah mengamati perkembangan lebih dari 3.500 anak-anak Jerman terkait kemampuan Matematika, dari siswa kelas lima sampai ke kelas 10.
Murayama melakukan survei pengukuran motivasi dan cara anak dalam belajar Matematika.
Di samping itu, Murayama juga tidak menyarankan orang tua memaksa anaknya untuk terlalu keras belajar.
"Ini bukanlah gagasan baik untuk memaksa siswa belajar Matematika," kata Murayama.
Dalam laporan penelitian yang dipublikasi lewat jurnal Child Development, Murayama mengakui anak dengan IQ tinggi mulanya memiliki kemampuan terbaik dalam pelajaran Matematika.
Akan tetapi, bagi mereka yang ber-IQ tinggi tapi tidak memiliki motivasi belajar, nyatanya tidak terjadi peningkatan kemampuan

Kecelakaan Pesawat Terekam oleh Kamera di Mobil



Headline
Moskow - Kejadian dramatis yang sangat jarang terjadi ketika kamera seorang pengemudi berhasil merekam kecelakaan pesawat di jalan raya di Moskow, Rusia.Pengemudi mobil di Rusia itu mengemudi dengan kamera yang menyala di dashboard mobilnya, dan secara tidak sengaja kameranya merekam momen dramatis ketika pesawat Rusia menabrak tanggul jalan raya dari mobil yang dikendarainya.
Dilansir situs LeftLaneNews, kecelakaan terjadi pada akhir pekan lalu ketika pesawat Rusia bernama Tupolev Tu-204 yang dimiliki maskapai Red Wings Airlines meluncur keluar dari landasan di Bandara Vnukovo.
Kecelakaan itu mengakibatkan kematian empat awak pesawat, termasuk pilot dan dua awak kabin, dengan empat awak lain mengalami cedera di kepala.
Pesawat tidak membawa penumpang, karena pesawat sedang dalam perjalanan kembali dari Republik Ceko.
Meskipun belum diketahui persis apa yang menyebabkan kecelakaan, model pesawat yang dibuat pada 2008 itu disebutkan akan mendarat dengan sulit karena badai salju besar dengan angin yang berputar.
Pengendara mobil di Rusia dikenal selalu mengemudi dengan kamera di dashboard mobilnya karena membantu mereka ketika mengurus klaim asuransi kendaraan.
Dalam rekaman video itu kecelakaan tragis tersebut terekam dengan bagian-bagian pesawat yang hancur berhamburan di jalan raya yang juga sempat menghujam sebuah mobil didekatnya.
Penasaran seperti apa videonya? Silahkan klik di tautan berikut.

Komet Paling Terang Akan Lintasi Bumi Tahun Ini



HeadlinePasadena - Di 2013 ini, penduduk Bumi berpeluang menyaksikan kehadiran benda angkasa yang diklaim sebagai komet yang paling terang yang pernah ada. Seperti apa?
Komet bernama ISON ini diperkirakan bakal melintasi Bumi pada akhir November 2013.
Komet ini akan terbang 1,9 kilometer dari pusat matahari pada 28 November 2013, demikian ujar astronom Donald Yeomans, Kepala Near Earth Object Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di California seperti dikutip HuffingtonPost dari kantor berita Reuters.
Saat komet mendekat, panas matahari akan menguapkan es pada tubuh komet, menciptakan apa yang sering disebut ekor spektakuler yang terlihat dari langit malam Bumi tanpa teleskop pada Oktober 2013 hingga Januari 2014 jika berhasil bertahan melewati Matahari.
"Komet ISON bisa menjadi komet paling terang yang terlihat dalam beberapa generasi, bahkan lebih terang dari bulan purnama," tulis astronom Inggris, David Whitehouse, di harian TheIndependent.
Komet ISON bisa hancur berkeping-keping saat berada dekat dengan Matahari dan bisa gagal membentuk partikel ekor yang bisa dilihat dari Bumi.
Benda-benda astronomis seperti komet ISON datang dari Oort Cloud, sekelompok batuan beku dan es yang mengelilingi Matahari pada jarak 50 ribu kali lebih jauh dari orbit Bumi.
Komet ISON sebenarnya baru ditemukan pada 21 September 2012. Ketika itu dua astronom amatir dari Rusia menangkap gambaran sebuah komet dengan teleskop yang merupakan bagian dari International Scientific Optical Network (ISON), yang kemudian dijadikan nama komet itu.
"Obyek ini lambat dan punya gerakan unik. Tapi awalnya kami tidak yakin ini sebuah komer karena skala gambarnya cukup kecil," papar Artyom Novichonok, salah seorang astronom Rusia penemu komet ISON.
Novichonok dan rekannya, Vitali Nevski, kemudian melakukan pemantauan lagi menggunakan teleskop lebih besar di Maidanak Observatory di wilayah Uzbekistan