Di era ini udah
menjadi sesuatu yang lumrah bagi instansi, perusahaan ataupun badan
usaha memiliki website termasuk sekolah. Website merupakan sebuah media
yang sangat efektif untuk menjelaskan atau memberikan informasi tentang
sebuah instansi ataupun sebuah organisasi ke seluruh penjuru dunia.
Dimana, semua orang bisa
mengakses dan mengetahui informasi tentang instansi, perusahaan ataupun badan usaha tersebut.
Untuk membuat website, diperlukan beberapa pengetahuan khusus tentang teknologi – teknologi
yang harus dikuasai.
Diantaranya :
• HTML
• Pemrograman WEB (PHP, JSP, ASP, dll).
• Database
• Client Side Programming (Javascript, VBScript, dll)
• Desain Grafis ( Photoshop, Corel, dll)
• Software untuk layout (Dreamweaver, Microsoft Frontpage, dll)
Kesimpulannya, banyak hal yang harus kita ketahui sebelum membuat sebuah website. namun jangan takut!, Karena, ada sekelompok orang /komunitas yang berbaik hati membuatkan website untuk kita dan mendistribusikannya secara bebas, jadi tugas kita adalah mengganti isi, gambar dan tampilan website tersebut sesuai dengan kebutuhan. Akan lebih baik lagi jika kita memiliki pengetahuan tentang teknologi di atas. Tetapi, jika tidakpun tidak masalah.
CSM merupakan sebuah conten yang disediakan oleh propaider untuk mengaplikasikan dan memberikan informasi melalui internet.
CMS (Content Management System) adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web.CMS merupakan solusi website yang sudah jadi yang bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.
Baik itu gambar, content dan lain sebagainya. Singkatnya, CMS memungkinkan kita
mempunyai/mengelola website tanpa harus memiliki pengetahuan teknis tentang pembuatan
website.
CSM ini umumya terdiri dari dua elemen, yaitu:
• aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
• aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
Terdapat banyak sekali CMS di dunia open source saat ini, beberapa diantaranya yang cukup populer
dan memiliki fitur yang lengkap adalah Drupal, Joomla dan Xoops. dari masing-masing CSM ini memiliki fitur-fitur yang khas yang merupakan keunggulan dari CSM tersebut.
Dalam kesempatan ini, penulis akan mencoba membahas mengenai salah satu CSM populer yaitu Joomla. Joomla! Adalah salah satu CMS yang paling banyak digunakan. Tetapi secara umum, pada dasarnya, CMS mempunyai karakteristik yang sama. Bersifat modular artinya modul dapat diinstall terpisah, kemudian template juga dapat diinstall terpisah, dan semestinya, modul, componen, template dan lain– lain banyak tersedia di internet.
Pada tahun 2006, Joomla memenangkan contest software Content Management System. Karena itu tidak mengherankan kalau Joomla sangat populer. Joomla
dikembangkan oleh para pengembang yang dulunya ikut membangun CMS Mambo.
Mereka keluar dari tim pengembang Mambo pada Agustus 2005, dan akhirnya
mengeluarkan rilis pertama Joomla yaitu rilis 1.0. Rilis ini sangat mirip dengan Mambo versi 4.5.2.
Sama seperti content-conten yang lain CSM joomla pun memiliki kebutuhan sistem.
Pertama-tama,
tentunya Anda harus memiliki lingkungan yang paling dasar yang dibutuhkan oleh Joomla. Joomla sudah diuji cobakan di Linux, FreeBSD, Mac OS X dan
Windows NT/2000/XP. Yang paling direkomendasikan adalah lingkungan Linux atau salah
satu dari keluarga BSD. Tetapi sebenarnya hardware apapun yang dapat menjalankan tiga
buah software berikut bisa menjadi lingkungan Joomla, yaitu :
Apache: (http://www.apache.org)
MySQL: (http://www.mysql.com)
PHP (Version 4.1.2 atau yang lebih baru): http://www.php.net
Beberapa kumpulan distribusi Apache/MySQL/PHP tersedia di http://sourceofge.net
Berikut cara-cara menginstal joomla:
A. Membuat database Joomla
Joomla saat ini menggunakan database MySQL. Jika Anda ingin menggunakan database
dengan nama dbjoomla lalu user database userjoomla maka pertamatama
Anda dapat
membuat database lalu membuat user dengan hak tertentu :
# mysqladmin –u root pcreate dbjoomla
Masuk ke dalam databae MySQL:
# mysql uroot p
Enter password:
mysql> use dbjoomla;
mysql> grant all privileges on dbjoomla to userjoomla@localhost
identified by 'rahasia';
Jika berhasil maka akan muncul pesan :
Query OK, 0 rows affected (0.03 sec)
Lalu akhiri dengan :
mysql> flush privileges; Query OK, 0 rows affected (0.02 sec)
mysql>\q
Cara lain dalam pembuatan database salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi
pengelolaan MySQL berbasis web, yaitu phpMyAdmin (http://www.phpmyadmin.org).
Unduh Joomla
Untuk mendapatkan rilis terakhir dari Joomla, Anda dapat mengunjungi situs
http://joomla.org. Nama File yang akan didapatkan biasanya berbentuk Joomla_x.x.xStableFull_
Package.tar.gz. Dalam dokumen ini digunakan Joomla versi 1.0.12, karena itu
nama File yang diunduh adalah Joomla_1.0.12StableFull_Package.tar.gz.
Salinlah file ini ke direktori kerja yang diinginkan, misalnya
$ cp Joomla_1.0.12StableFull_Package.tar.gz
/home/joomla/public_html/cmsjoomla/
Masuklah ke direktori kerja lalu ekstrak file Joomla tersebut :
$ cd /home/joomla/public_html/cmsjoomla/
$ tar zxvf Joomla_1.0.12StableFull_Package.tar.gz
16 Panduan Pendayagunaan Open Source Software: Content Management System
Hingga tahap ini Joomla sudah siap untuk di install melalui browser.
Instalasi dengan Browser
Pada saat Joomla baru saja di salin ke direktori yang diinginkan, beberapa setting
wewenang (permission) masih perlu kita atur agak proses instalasi berjalan dengan
sempurna.
+ Pemeriksaan Prainstalasi
Perhatikan browser Anda ketika dimasukkan URL :
http://localhost/~joomla/cmsjoomla
Pada saat selesai membuat file konfigurasi, webserver akan berusaha menulis file
konfigurasi (configuration.php) ke dalam direktory dimana Joomla berada
(/home/joomla/public_html/ cmsjoomla), karena itu untuk sementara waktu kita perlu
membuat direktory tersebut bisa ditulis oleh webserver. Caranya adalah :
# chmod 777 /home/joomla/public_html/cmsjoomla
dan selanjutnya tinggal mengikuti perintah pada toolbar.
mengakses dan mengetahui informasi tentang instansi, perusahaan ataupun badan usaha tersebut.
Untuk membuat website, diperlukan beberapa pengetahuan khusus tentang teknologi – teknologi
yang harus dikuasai.
Diantaranya :
• HTML
• Pemrograman WEB (PHP, JSP, ASP, dll).
• Database
• Client Side Programming (Javascript, VBScript, dll)
• Desain Grafis ( Photoshop, Corel, dll)
• Software untuk layout (Dreamweaver, Microsoft Frontpage, dll)
Kesimpulannya, banyak hal yang harus kita ketahui sebelum membuat sebuah website. namun jangan takut!, Karena, ada sekelompok orang /komunitas yang berbaik hati membuatkan website untuk kita dan mendistribusikannya secara bebas, jadi tugas kita adalah mengganti isi, gambar dan tampilan website tersebut sesuai dengan kebutuhan. Akan lebih baik lagi jika kita memiliki pengetahuan tentang teknologi di atas. Tetapi, jika tidakpun tidak masalah.
CSM merupakan sebuah conten yang disediakan oleh propaider untuk mengaplikasikan dan memberikan informasi melalui internet.
CMS (Content Management System) adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web.CMS merupakan solusi website yang sudah jadi yang bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.
Baik itu gambar, content dan lain sebagainya. Singkatnya, CMS memungkinkan kita
mempunyai/mengelola website tanpa harus memiliki pengetahuan teknis tentang pembuatan
website.
CSM ini umumya terdiri dari dua elemen, yaitu:
• aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
• aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
Terdapat banyak sekali CMS di dunia open source saat ini, beberapa diantaranya yang cukup populer
dan memiliki fitur yang lengkap adalah Drupal, Joomla dan Xoops. dari masing-masing CSM ini memiliki fitur-fitur yang khas yang merupakan keunggulan dari CSM tersebut.
Dalam kesempatan ini, penulis akan mencoba membahas mengenai salah satu CSM populer yaitu Joomla. Joomla! Adalah salah satu CMS yang paling banyak digunakan. Tetapi secara umum, pada dasarnya, CMS mempunyai karakteristik yang sama. Bersifat modular artinya modul dapat diinstall terpisah, kemudian template juga dapat diinstall terpisah, dan semestinya, modul, componen, template dan lain– lain banyak tersedia di internet.
Pada tahun 2006, Joomla memenangkan contest software Content Management System. Karena itu tidak mengherankan kalau Joomla sangat populer. Joomla
dikembangkan oleh para pengembang yang dulunya ikut membangun CMS Mambo.
Mereka keluar dari tim pengembang Mambo pada Agustus 2005, dan akhirnya
mengeluarkan rilis pertama Joomla yaitu rilis 1.0. Rilis ini sangat mirip dengan Mambo versi 4.5.2.
Sama seperti content-conten yang lain CSM joomla pun memiliki kebutuhan sistem.
Pertama-tama,
tentunya Anda harus memiliki lingkungan yang paling dasar yang dibutuhkan oleh Joomla. Joomla sudah diuji cobakan di Linux, FreeBSD, Mac OS X dan
Windows NT/2000/XP. Yang paling direkomendasikan adalah lingkungan Linux atau salah
satu dari keluarga BSD. Tetapi sebenarnya hardware apapun yang dapat menjalankan tiga
buah software berikut bisa menjadi lingkungan Joomla, yaitu :
Apache: (http://www.apache.org)
MySQL: (http://www.mysql.com)
PHP (Version 4.1.2 atau yang lebih baru): http://www.php.net
Beberapa kumpulan distribusi Apache/MySQL/PHP tersedia di http://sourceofge.net
Berikut cara-cara menginstal joomla:
A. Membuat database Joomla
Joomla saat ini menggunakan database MySQL. Jika Anda ingin menggunakan database
dengan nama dbjoomla lalu user database userjoomla maka pertamatama
Anda dapat
membuat database lalu membuat user dengan hak tertentu :
# mysqladmin –u root pcreate dbjoomla
Masuk ke dalam databae MySQL:
# mysql uroot p
Enter password:
mysql> use dbjoomla;
mysql> grant all privileges on dbjoomla to userjoomla@localhost
identified by 'rahasia';
Jika berhasil maka akan muncul pesan :
Query OK, 0 rows affected (0.03 sec)
Lalu akhiri dengan :
mysql> flush privileges; Query OK, 0 rows affected (0.02 sec)
mysql>\q
Cara lain dalam pembuatan database salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi
pengelolaan MySQL berbasis web, yaitu phpMyAdmin (http://www.phpmyadmin.org).
Unduh Joomla
Untuk mendapatkan rilis terakhir dari Joomla, Anda dapat mengunjungi situs
http://joomla.org. Nama File yang akan didapatkan biasanya berbentuk Joomla_x.x.xStableFull_
Package.tar.gz. Dalam dokumen ini digunakan Joomla versi 1.0.12, karena itu
nama File yang diunduh adalah Joomla_1.0.12StableFull_Package.tar.gz.
Salinlah file ini ke direktori kerja yang diinginkan, misalnya
$ cp Joomla_1.0.12StableFull_Package.tar.gz
/home/joomla/public_html/cmsjoomla/
Masuklah ke direktori kerja lalu ekstrak file Joomla tersebut :
$ cd /home/joomla/public_html/cmsjoomla/
$ tar zxvf Joomla_1.0.12StableFull_Package.tar.gz
16 Panduan Pendayagunaan Open Source Software: Content Management System
Hingga tahap ini Joomla sudah siap untuk di install melalui browser.
Instalasi dengan Browser
Pada saat Joomla baru saja di salin ke direktori yang diinginkan, beberapa setting
wewenang (permission) masih perlu kita atur agak proses instalasi berjalan dengan
sempurna.
+ Pemeriksaan Prainstalasi
Perhatikan browser Anda ketika dimasukkan URL :
http://localhost/~joomla/cmsjoomla
Pada saat selesai membuat file konfigurasi, webserver akan berusaha menulis file
konfigurasi (configuration.php) ke dalam direktory dimana Joomla berada
(/home/joomla/public_html/ cmsjoomla), karena itu untuk sementara waktu kita perlu
membuat direktory tersebut bisa ditulis oleh webserver. Caranya adalah :
# chmod 777 /home/joomla/public_html/cmsjoomla
dan selanjutnya tinggal mengikuti perintah pada toolbar.



