
Sejak mendarat di Mars pada Agustus 2012, Curiosity mencatat beberapa hal penting. Tidak hanya soal sains yang digalinya dari planet itu, tapi juga mengenai penerapan teknologi untuk robot penjelajah lainnya di masa mendatang.
Dilansir Space.com, setidaknya ada lima penemuan besar Curiosity selama di Mars. Apa saja?
Pertama, dibuka dengan proses pendaratannya yang secara dramatis disebut 'seven minutes of terror' atau 'teror tujuh menit'. Teknik pendaratan Curiosity di Mars merupakan hal baru dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya. Teknik ini disebut dapat diaplikasikan untuk sejumlah misi ke Mars di masa mendatang. (Saksikan videonya di sini)
Kedua, tujuh pekan setelah mendarat, Curiosity menemukan aliran sungai kuno. Penemuan ini mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Mars pernah didiami makhluk hidup pada miliaran tahun lalu.
Ketiga, Curiosity berhasil mengukur kadar radiasi Mars. Pengukuran ini membantu para pakar mengetahui dampak radiasi pada mikroba kuno dan manusia yang akan datang berkunjung.
Keempat, Curiosity berhasil menggali batuan Mars yang dinamai 'John Klein' sedalam 6,4 cm pada Februari 2013. Ini merupakan sejarah tersendiri, karena Curiosity menjadi robot pertama yang menggali sampel batu dari planet lain.
Kelima, suksesnya Curiosity menggali batuan 'John Klein' berujung pada penemuan hebatnya terbaru, yaitu unsur kimia pemegang kunci kehidupan. Unsur tersebut termasuk sulfur, nitrogen, hidrogen, oksigen, fosfor, dan karbon.
Curiosity juga menemukan bahwa batu tersebut mengandung mineral liat. Hal tersebut berarti pernah terjadi lingkungan cukup cair di Mars dengan tingkat keasaman netral dan tidak terlalu asin.
Bukti tersebut membuat para ahli menyatakan bahwa tempat mendaratnya Curiosity di Mars pernah menjadi habitat kehidupan mikroba pada miliaran tahun silam




Tidak ada komentar:
Posting Komentar